Cukup Berpikir, Robot Pun Bergerak: Terobosan China yang Bikin Dunia Robotika Geger

⏱ - menit baca
Terobosan China yang Bikin Dunia Robotika Geger

Bayangkan tak perlu menyentuh joystick, menekan tombol, atau bahkan bersuara untuk memerintah sebuah robot—cukup dengan berpikir "ambil benda itu", robot pun langsung bergerak mengeksekusinya. Skenario yang terdengar seperti fiksi ilmiah ini kini menjadi kenyataan berkat terobosan dari perusahaan teknologi asal China, BrainCo.

Debut di Panggung Kecerdasan Buatan Dunia

Teknologi mengejutkan ini dipamerkan BrainCo dalam ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, yang bahkan turut dibuka langsung oleh Presiden China Xi Jinping pada 17 Juli lalu. Dalam demonstrasinya, seorang pengguna hanya perlu mengenakan headset electroencephalography (EEG)—perangkat yang mampu menangkap sinyal listrik dari otak manusia—untuk mulai "berbicara" dengan robot di hadapannya.

Sinyal otak yang tertangkap kemudian diolah oleh algoritma kecerdasan buatan yang bertugas mengenali niat pengguna, misalnya keinginan untuk mengambil sebuah benda. Niat itu lalu diterjemahkan menjadi rangkaian perintah gerak yang langsung dieksekusi oleh robot secara real-time.

Neuro-Embodied AI: Kawin Silang Tiga Teknologi Canggih

BrainCo menyebut inovasi ini sebagai contoh nyata dari apa yang mereka sebut "Neuro-Embodied AI"—istilah untuk sistem yang memadukan tiga elemen sekaligus dalam satu platform: kemampuan brain-computer interface (BCI) untuk membaca niat manusia, kecerdasan buatan untuk menerjemahkan niat tersebut menjadi langkah-langkah aksi konkret, dan robot yang bertugas mengeksekusi perintah itu di dunia nyata.

Yang membuat platform ini semakin menarik perhatian industri, BrainCo mengeklaim sistemnya merupakan yang pertama di dunia yang mengintegrasikan ketiga teknologi tersebut—BCI, AI, dan robotika—dalam satu sistem riset yang utuh. Tak berhenti di situ, perusahaan ini juga mengeklaim platform buatannya kompatibel dengan berbagai jenis robot komersial yang sudah ada di pasaran, mulai dari lengan robot industri, robot humanoid berbentuk menyerupai manusia, hingga robot anjing berkaki empat.

Tak Cuma Robot, BrainCo Juga Garap "Gudang Data" untuk Melatih AI

Selain mempertontonkan robot yang dikendalikan pikiran, BrainCo turut meluncurkan Embodied AI Data Collection Solution, sebuah platform yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data pelatihan bagi kecerdasan buatan robot. Sistem ini mengandalkan platform robot berlengan ganda serta sarung tangan khusus yang berfungsi merekam berbagai gerakan manusia secara detail saat melakukan aktivitas sehari-hari—data berharga yang nantinya bisa digunakan untuk melatih robot agar bergerak dan bertindak semakin mirip manusia.

Bagian dari Ambisi Besar China di Bidang Neuroteknologi

Kemunculan robot "pembaca pikiran" ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Sepekan sebelumnya, China bahkan mencatatkan sejarah dengan operasi implan otak-komputer komersial pertama di dunia di Rumah Sakit Huashan. Sebuah chip seukuran koin ditanamkan pada permukaan luar otak seorang pasien dengan gangguan mobilitas tangan akibat cedera tulang belakang, membantu menerjemahkan sinyal saraf menjadi gerakan tangan. Perangkat bernama NEO ini, buatan Neuracle Medical Technology, bahkan telah mengantongi persetujuan resmi dari otoritas kesehatan China sejak Maret 2026 dan mulai masuk skema asuransi kesehatan komersial lokal.

Rentetan terobosan ini menegaskan bagaimana China tengah menggenjot habis-habisan riset di bidang embodied AI dan neuroteknologi, sebagai bagian dari strategi kemandirian teknologi di tengah ketatnya persaingan global—khususnya dengan Amerika Serikat—dalam perlombaan menguasai masa depan kecerdasan buatan.

Jika teknologi ini terbukti andal dan bisa diaplikasikan secara luas di dunia nyata, bukan tidak mungkin cara manusia berinteraksi dengan mesin akan berubah total: dari menekan tombol dan mengetik perintah, menjadi sekadar berpikir apa yang kita inginkan.


Ditulis oleh

Inats Studio

💬 Komentar ()

Punya pertanyaan atau tanggapan? Yuk diskusi di kolom komentar.

✍ Tulis Komentar